Kamis, 08 Agustus 2013

Berapa Harga Moto X Tanpa 'Diikat' Operator?


Motorola Mobility memang telah resmi memperkenalkan Moto X, ponsel pertama hasil perkawinan Motorola dengan Google. Harganya pun sudah diketahui, tetapi masih sebatas untuk paket kontrak dengan operator. Lantas, berapa harganya jika di-unlock?

Di Amerika Serikat, Moto X dipastikan bakal diboyong oleh lima operator. Harganya adalah USD 199 untuk yang storage yang berkapasitas 16 GB dan USD 249 untuk 32 GB. Harga tersebut mengikat pengguna dengan paket kontrak operator selama dua tahun.

Adapun untuk harga tanpa diikat operator pastinya lebih tinggi. Seperti dilansir operator AT&T, Moto X tanpa paket kontrak operator dilepas dengan banderol USD 575 untuk 16 GB dan USD 629 bagi 32 GB.

Harga tersebut memang untuk pasar Amerika Serikat. Belum diketahui jika Moto X akan dilepas ke negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Moto X mengusung layar 4,7 inch beresolusi 1280x720 dan 316 ppi. Sayangnya, OS yang dibenamkan bukanlah Android 4.3, melainkan masih versi 4.2.2. Adapun jeroannya dibekali prosesor dual core Qualcomm Snapdragon S4 Pro 1.7 GHz, Adreno 320 quad core graphics, serta RAM 2GB.

Untuk fitur, Moto X sudah dilengkapi kamera 10 MP dengan teknologi clear pixel, NFC, baterai 2.200 mAH, Bluetooth 4.0, nano SIM card, serta touchless control.

Nah, fitur terakhir inilah yang paling menarik perhatian, pengguna bisa memerintahkan Moto X tanpa harus menyentuhnya. Tinggal bilang 'Ok, Google Now' dan sebutkan perintah yang ingin didelegasikan. Mulai dari memulai suatu panggilan, cek kondisi cuaca, dan mencari suatu lokasi bisa dilakukan fitur ini.


Mau cari hadiah yang maknyus?
Langsung aja ke 

LG G2, Ponsel Android dengan Spesifikasi Super

LG resmi meluncurkan jagoan barunya di segmen smartphone papan atas, LG G2. Dengan spesifikasi tinggi dan deretan fitur unggulan, LG G2 siap menghadirkan tantangan berat bagi para pesaingnya.

Spesifikasinya memang mumpuni di atas kertas. Sebut saja prosesor generasi baru 2,26 GHz quad core Qualcomm Snapdragon 800 yang dipadu dengan kapasitas RAM 2GB untuk memuluskan kinerjanya.

LG G2 mengusung layar jumbo seluas 5,2 inch resolusi full HD 1080 x 1920 pixel dengan kepadatan pixel 424ppi (pixel per inch). Dibekali dengan lapisan Corning Gorilla Glass 3 untuk melindungi layar dari goresan ringan.

Spesifikasi lainnya meliputi kamera 13 megapixel, kamera depan 2,1 megapixel, memori internal 16/32GB, baterai 3.000 mAh, dan sistem operasi Android 4.2 Jelly Bean. Sayangnya tidak disertakan slot microSD.

Handset ini juga mendukung konektivitas 4G LTE Advanced yang menjanjikan koneksi data lebih kencang dari 4G LTE konvensional. Rencananya, LG G2 akan segera dipasarkan ke seluruh dunia dengan menggandeng 130 operator selular.

Dikutip detikINET dari Cnet, Kamis (8/8/2013), keunikan dari LG G2 adalah adanya tombol kontrol di bagian belakang casingnya. Tombol tersebut dapat digunakan untuk mengendalikan volume sampai mengakses kamera.

"Aspek paling inovatif di G2 adalah desainnya, tombol bagian belakang menjadi pembicaraan publik. Hal ini sungguh berbeda," kata Jong seok Park, CEO LG Electronics. Penempatan tombol di belakang sengaja dilakukan agar lebih mudah diakses ketimbang di bagian samping.


Sumber: http://inet.detik.com/read/2013/08/08/113255/2325814/317/lg-g2-ponsel-android-dengan-spesifikasi-super

Bingung cari kado yang pas? Langsung aja ke

Minggu, 21 Juli 2013

BlackBerry Pangkas Produksi Q10 dan Z10


Sejumlah retailer dan operator di Amerika Serikat (AS) memangkas harga BlackBerry Z10 dan Q10. Merespons penjualan yang lambat, perusahaan asal Kanada ini kabarnya berencana memangkas produksi kedua smartphone jagoannya tersebut. 

Sebelumnya, BlackBerry juga memang sudah memangkas harga Z10 di AS dengan diskon cukup signifikan. Analis Stuart Jeffrey dari Nomura Equity Research mengungakpan pendapatnya, mengenai kemungkinan keputusan yang akan diambil BlackBerry saat ini. 

"Kita tahu bahwa BlackBerry akan merilis BlackBerry A10 musim gugur ini. BlackBerry menyebutkan hal-hal seperti ini adalah bagian dari siklus manajemen yang normal. Namun memangkas harga sebelum produk baru keluar tampak sebagai sesuatu yang aneh," ujarnya seperti dikutip detikINET dari Into Mobile, Minggu (21/7/2013). 

Menurutnya, tak punya cukup banyak aplikasi dan ketinggalan sejumlah aplikasi kunci juga menjadi masalah bagi BlackBerry. Ada dua pilihan bagi BlackBerry. Pertama, mereka bisa terus berupaya meningkatkan ekosistem, mengembangkan perangkat, dan mencoba menutup jurang dengan ponsel Android dan iPhone. 

"Kemungkinan lain adalah mempromosikan keamanan yang menjadi andalannya untuk menawarkan aplikasi bisa dijalankan di Android dan iPhone. BlackBerry bisa menjadi perusahaan yang lebih bergerak pada layanan ketimbang hardware," sebutnya. 

Sementara itu, Peter Misek, analis lain dari Jefferies & Co melaporkan bahwa produksi kedua tipe ponsel cerdas BlackBerry itu telah berkurang hingga mencapai total penjualan hanya 1 juta unit per bulan.

BlackBerry Z10 dan Q10 merupakan handset pertama yang menggunakan operating system (OS) BlackBerry 10, disusul dengan munculnya ponsel BlackBerry 10 versi murah, BlackBerry Q5.

Dikatakannya, jika BlackBerry benar-benar memangkas produksi BlackBerry Z10 dan Q10, hal ini akan berpengaruh buruk pada ponsel cerdas yang selanjutnya akan meluncur, BlackBerry A10.


Mau lihat koleksi boneka boneka lucu ?
Langsung aja klik link dibawah :)

BlackBerry yang Makin Indonesia


Demi mempertahankan pangsa pasarnya di Indonesia, BlackBerry terus memperkuat diri dengan menempatkan sejumlah eksekutif lokal untuk mengisi posisi strategis yang tersedia. Alasannya, orang asli Indonesia tentu lebih paham bagaimana mengkondisikan pasar di dalam negeri.

Setelah posisi Managing Director di BlackBerry Indonesia dipercayakan kepada orang lokal, Maspiono Handoyo, kini posisi Director Government Relations juga telah diisi oleh Kusuma Lienandjaja, mantan eksekutif dari Ericsson Indonesia.

Sementara untuk posisi Director Of Distribution, BlackBerry merekrut R. Andi K. Utomo, mantan eksekutif Samsung. "Kami masih kosong untuk posisi Marketing Director, dan itu juga akan diberikan ke orang Indonesia," katanya saat ditemui akhir pekan.

Sementara untuk posisi kepala divisi humas telah lama diemban oleh Yolanda Nainggolan, yang sebelumnya di Nokia Siemens Network dan Smartfren Telecom. Praktis, hanya Andrew Cobham saja yang non-pribumi di BlackBerry Indonesia. Cobham yang asli Kanada, sebelumnya lama menjadi bos Motorola Indonesia.

Kontribusi Lokal

Tak hanya memberikan ruang bagi orang Indonesia, Maspiyono mengungkapkan, BlackBerry juga telah memberikan kontribusi signifikan bagi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia jika merujuk riset McKinsey Mei 2012 yakni sekitar USD 2 miliar.

"Bagi saya kontribusi terbesar dari BlackBerry itu adalah perangkat dan layanannya. Bayangkan berapa peluang bisnis dibuka dengan adanya BlackBerry dan silahturahim tak terputus berkat perangkat ini," jelasnya.

Dikatakannya, BlackBerry terus memberikan perhatian kepada ekonomi kreatif dengan menggelontorkan dana sekitar USD 5 juta untuk BlackBerry Innovation Center di ITB Bandung dan memberikan ruang bagi 4 ribu aplikasi yang dikembangkan oleh 1.500 developer di BlackBerry 10.

Bahkan, BlackBerry juga diklaim Maspiyono telah menggunakan perangkat keras buatan asli Indonesia dalam produknya. Komponen tersebut antara lain seperti baterai, motor untuk notifikasi getaran (vibrate), pengubah zona waktu (time zone change), serta headset untuk headphone.

Pabrik komponen ini beradai di Cileungsi dan Batam. Komponen-komponen tersebut kemudian diimpor kembali ke sejumlah pabrik perakitan BlackBerry di mancanegara, mayoritas ke Hungaria, Taiwan, dan Meksiko.

Hal yang mengejutkan adalah ternyata dari 120 ribu aplikasi yang tersebar di BlackBerry World, sekitar 85% di antaranya ternyata hasil seleksi dan verifikasi dari tim BlackBerry Indonesia yang berkantor di Bali. "Pusat verifikasi aplikasi ini sudah lama di Indonesia, tapi baru kami umumkan sekarang," katanya.

Diungkapkan, saat ini ada sekitar 30 orang karyawan BlackBerry di Bali yang tugasnya untuk menyeleksi aplikasi tersebut. Jumlah SDM ini kemungkinan akan ditambah setengahnya lagi September mendatang.

Perbaiki Komunikasi

Sementara dipaparkan Kusuma, BlackBerry akan memperbaiki serta menambah intensitas komunikasi dengan para pemangku kepentingan di Indonesia agar tidak terjadi konflik kesalahpahaman ketika terjadi gangguan layanan.

"Intinya kami harus sering berkomunikasi. Kita harus paparkan secara jelas posisi dan layanan perusahaan agar tak terjadi salah persepsi," katanya.

Berkat komunikasi yang mulai lancar dengan pemerintah, lanjutnya, masalah yang tadinya sepertinya menakutkan bisa diatasi. "Wacana sanksi kemarin setelah kita paparkan masalahnya, bisa dimengerti oleh Kominfo. Kami akan lebih intens berkomunikasi dan memberitahu pemerintah lebih cepat setiap ada masalah," papar Kusuma.

Maspiyono mengatakan, penyebab gangguan jaringan saat itu dikarenakan ada konfigurasi yang salah dan komponen yang gagal saat BlackBerry melakukan upgrade sistem untuk maintenance jaringan. Dalam prosesnya terjadi salah konfigurasi sehingga sistem tidak berjalan dengan baik, dan hanya terjadi di Indonesia. 

Seperti diketahui, layanan BlackBerry Internet Service (BIS) sudah sering kali tumbang. Tercatat bahkan sampai lima kali. Hal itu mendorong Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) untuk mengaji formulasi terbaik dengan mengusulkan sanksi denda bagi BlackBerry jika jaringannya kembali tumbang 

Saat ini BlackBerry memiliki sekitar 80 juta pelanggan di seluruh dunia, dimana 15 juta di antaranya datang dari Indonesia. Di Indonesia BlackBerry bermitra dengan tiga distributor resmi, yakni TAM, Comtech, dan SCM.

Melalui kerja sama itu, telah dibangun 56 lokasi BlackBerry Expert Center di beberapa kota besar di Indonesia. Sementara operator yang menjadi mitranya, antara lain Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Hutchison 3 Indonesia, Axis Telecom, dan Smartfren Telecom.


Mau lihat koleksi boneka boneka lucu ?
Langsung aja klik link dibawah :)

Wujud Memikat Moto X, Android Jagoan Google


Google memastikan akan memperkenalkan secara resmi ponsel jagoannya, Moto X pada tanggal 1 Agustus. Berbagai bocorannya sudah bertebaran, termasuk seperti apa wujudnya. 

Sebuah bocoran yang didapatkan @evleaks, akun Twitter yang selama ini biasa memposting bocoran gadget, memperlihatkan seperti apa Moto X. Desainnya terlihat lumayan menarik.

Dilaporkan, ponsel ini akan hadir dalam ukuran layar 4,5 inch, sedangkan prosesornya mengandalkan Snapdragon MSM8960T dari Qualcomm dengan teknologi dual core 1,7 GHz. Adapun kapasitas RAM sebesar 2 GB.

Beralih menuju sektor penyuplai daya, Moto X konon mengandalkan baterai berkapasitas 1500 mAh, yang ditopang oleh penutup baterai bermaterial kevlar pada bagian belakangnya.

Android 4.2.2 Jelly Bean dipercaya Google dan Motorola sebagai sistem operasinya, dipadukan dengan fitur'always-on listening' yang memungkinkan pengguna melakukan perintah suara tanpa harus menyentuh Moto X.

Untuk menjalankan fitur ini, pengguna harus mengaktifkan lewat setting. Layaknya Siri--yang harus mengucapkan kata sandi 'Hi Siri' terlebih dulu, perintah pertama yang harus diucapkan adalah 'Ok Google Now', namun tanpa harus menekan tombol apapun.

Google telah membeli Motorola Mobiloity senilai USD 12,5 miliar dan Moto X akan menjadi ponsel Motorola pertama yang digarap serius oleh raksasa mesin cari online tersebut. Demikian seperti dikutip detikINET dari Venture Beat, Senin (22/7/2013).


Mau lihat koleksi boneka boneka lucu ?
Langsung aja klik link dibawah :)

Selasa, 16 Juli 2013

'HTC One' Dibanderol Rp 2,1 Juta


China memang gudangnya barang tiruan yang dijual dengan harga bak bumi dan langit dengan model aslinya. Seperti halnya HTC One abal-abal yang beredar di negeri tirai bambu tersebut.

Sekilas, Anda dijamin tidak akan bisa membedakan mana HTC One yang asli dan mana yang palsu alias KW. Karena keduanya, bahkan bila disejajarkan mempunyai bentuk nyaris sama, bahkan boleh dibilang bak kembar identik apalagi sama-sama mengusung OS Android.

Fisik boleh mirip, namun soal spesifikasi jelas beda. Asalkan, jeli pengguna akan menemukan beberapa perbedaanya. Seperti yang ditemukan dan dikupas oleh Engadget dan dikutip detikINET, Rabu (17/7/2013).

Pertama, dilihat dari sisi resolusinya, HTC One asli mempunyai kerapatan pixel 1920x1080, sedangkan yang palsu hanya 1,280 x 720. Saat dipegang, HTC One jadi-jadian ini akan terasa sedikit ringkih, karena berbahan plastik.

Mengenai jeroaannya pun ditelusuri lebih jauh. Hasilnya prosesor HTC One palsu disematkan MediaTek MT6589 1,2 GHz quadcore, sedangkan Qualcomm Snapdragon 600 dengan 1.7 Ghz Quadcore. Sementara RAM, sama-sama 2GB.

Bila HTC One asli hadir dengan kamera 4 ultrapixel dan 2 megapixel di bagian depan, maka si palsu hadir dengan kamera hanya 8 megapixel sedangkan bagian depannya tidak diketahui pasti.

Bagi pengguna yang ingin memiliki HTC One namun mempunyai keterbatasan dana, HTC One aspal yang satu ini mungkin saja jadi pertimbangan sebagian orang. Apalagi harganya hanya USD 210 atau sekitar Rp 2,1 juta.


Bingung mau ngasih kado apa? klik aja link dibawah

Senin, 15 Juli 2013

Tifatul: Internet Indonesia Belum Kiamat!


Menkominfo Tifatul Sembiring menilai dampak dari vonis pengadilan Tipikor dalam kasus penyalahgunaan frekuensi 3G oleh Indosat Mega Media (IM2) tidak serta-merta membuat industri internet di Indonesia langsung kiamat.

"Tidak, tidak. Internet kita belum kiamat. Tak mungkin juga kita stop semua internet," tegasnya semalam saat ditemui usai berbuka puasa bersama di rumah dinasnya, Jakarta, Senin (15/7/2013). "Proses perizinan juga akan jalan terus. Kalau ada izin baru kita proses sesuai hukum," lanjutnya.

Pernyataan menteri menanggapi kekhawatiran tentang dampak dari kasus IM2. Seperti diketahui, vonis denda Rp 1,3 triliun dan penjara empat tahun bagi mantan dirutnya, Indar Atmanto, bikin para penyedia jasa internet (ISP) ketar-ketir.

Kasus ini juga dikhawatirkan menimbulkan efek domino luar biasa terhadap layanan internet. Ujung-ujungnya, pola kerja sama ISP dan penyedia jaringan bisa dianggap ilegal, dan internet Indonesia jadi kacau balau.

Tifatul mengaku memahami keresahan di kalangan industri ISP. Namun demikian, ia menegaskan tetap akan menghormati putusan pengadilan. "Kita prihatin, tapi kami menghormati putusan majelis hakim di Tipikor," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa para pengusaha ISP tidak perlu terlalu khawatir kasus ini akan berimbas pada penangkapan mereka. "Semua kan ada aturannya, lagian keputusan mengenai Indosat dan IM2 ini beluminchraht, belum final. Masih ada banding ke pengadilan tinggi," ujarnya.

Sementara Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Sammy Pangerapan mengatakan ada 16 ISP dan lima operator yang memiliki kerja sama identik seperti Indosat dan IM2.

"Harusnya kalau kasus ini dianggap kejahatan korporasi, semua yang mengetahui dari atas sampai bawah kena semua dong. Komisaris juga kena, karena dia mengetahui," sesalnya.



Lagi cari boneka lucu buat kado?
Langsung aja capcus ke